Only Just Info

TIPS

Tampilkan postingan dengan label Partisi Hard Disk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Partisi Hard Disk. Tampilkan semua postingan

Fitur Baru Free Easeus Partition Master 9.0 Home Edition


Kini untuk mengatur pembagian hardisk sudah bukan hal yang sulit lagi. Belum lama ini telah dirilis versi baru salah satu produk gratis terbaik dalam bidang ini, EaseUS Partition Master 9.0 Home Edition. Dengan software gratis ini, kita bisa melakukan berbagai hal berkaitan dengan manajemen hardisk dengan mudah.
Meskipun windows sudah menyertakan fasilitas untuk mengatur partisi hardisk, tetapi fitur yang disediakan sangat terbatas, belum lagi ketika melakukan format hardisk memerlukan waktu cukup lama. Alternatif lebih baik ketika mengatur partisi hardisk adalah menggunakan EaseUS Partition Master 9.0 Home Edition yang bisa kita download dan digunakan secara gratis, karena merupakan Freeware.
Versi 9.0 ini Partition Master menambahkan fitur baru, yaitu menggabungkan partisi yang berdampingan tanpa kehilangan data (merge partition). Untuk berbagai alasan, kadang kita perlu menggabungkan 2 partisi atau lebih di hardisk karena mungkin ukurannya terlalu kecil, atau kita butuh space yang lebih besar untuk partisi tertentu. Dengan fitur ini, kita bisa menggabungkan drive C (sistem) dengan D misalnya.
Panduan lengkap dan langkah-langkah menggabungkan partisi hardisk bisa dilihat di tutorial yang sudah disediakan oleh easeus, lihat merge partition. Meskipun fitur menggabungkan data ini bisa tetap menjaga masing-masing isi drive (tidak akan rusak atau terhapus), easeus tetap merekomendasikan untuk backup data terlebih dahulu.
Berikut beberapa Tips berkaitan menggabungkan partisi
  1. Disarankan ketika menggabungkan partisi, menggabungkan drive yang spacenya lebih kecil ke partisi yang mempunyai space lebih besar
  2. Jika salah satu yang digabungkan adalah partissi sistem (windows) atau boot partisi, maka untuk destination (target tujuan akhir) harus partisi sistem tersebut
  3. Menggabungkan partisi hanya dapat dilakukan di drive yang berdampingan lokasinya
Program ini dapat dikatakan paling lengkap dalam masalah manajemen hardisk, terutama di kategori freeware. Berikut beberapa fitur Easeus Partition Master Home Edition:
  • Mengubah ukuran partisi hardisk tanpa menghilangkan data yang sudah ada
  • Menggabungkan 2 partisi yang berdampingan tanpa kehilangan data
  • Membuat banyak partisi, menghapus satu partisi atau semua sekaligus
  • Menghapus data secara aman di space hardisk yang tidak terpakai
  • Menghapus data secara aman di partisi tertentu agar tidak bisa di recovery lagi
  • Konversi dynamic disc menjadi basic disc serta konversi file sistem baik FAT dan NTFS
  • Konversi Primary Partition menjadi Logical Partition dan sebaliknya
  • Defragmentasi hardisk untuk lebih mempercepat kinerja komputer
  • Pengecekan akan adanya kerusakan hardisk, menemukan adanya bad sector dan memperbaiki MBR (Master Boot Record)
  • Mendukung berbagai perangkat hardisk termasuk RAID
  • Mengubah Drive letter partisi hardisk
  • Copy partisi maupun copy keseluruhan hardisk ke hardisk lainnya
  • Recovery partisi yang hilang atau terhapus, termasuk ketika sudah dipartisi
  • dan berbagai fitur lainnya, selengkapnya silahkan mengunjungi halaman easeus partition master home edition
Easeus Partition Master Home Edition 9.0 dapat dijalankan di Windows 2000/XP/Vista/Windows 7 baik 32 bit maupun 64 bit. Untuk mendapatkan program ini, silahkan download epm-home 9.0 ( 11.1 MB, dari situs cnet.com )

Multiple Drive dengan Partisi Hardisk by Mawar Biru, mawarbiru@telkom.net


Latar Belakang
Saat sekarang, kapasitas hardisk semakin royal. Selain teknologi hardisk yang semakin canggih, juga karena harga hardisk yang kian terjangkau, dalam masa krisis sekalipun. Adalah hal biasa ketika dalam komputer terpasang hardisk dengan kapasitas 20 gigabyte.
Mengalami hal ini, berbagai macam reaksi pengguna bermunculan. Ada yang dengan cueknya menjadikan hardisk 20 GB dalam satu partisi!. Dan ada juga yang memecah-mecahnya, menjadi banyak partisi, sehingga jika Windows Explorer dibuka, akan muncul barisan drive, dari C sampai R. Bahkan ada yang iseng sampai drive X.
Apakah Partisi Itu ?
Kegiatan mempartisi hardisk memang menjadi hal yang biasa, bahkan wajib dilakukan untuk hardisk yang masih baru. Tapi belum semua pengguna memahami apa dan bagaimana melakukan partisi. Bahkan ada yang pernah mengatakan, "Hardisku ukurannya kecil, jadi tidak saya partisi".
Mempartisi hardisk adalah hukumnya wajib. Yaitu menentukan area pada hardisk yang akan digunakan untuk sistem.
Karena dapat memilih area pada hardisk, maka kegiatan ini juga sering dimanfaatkan untuk 'menghilangkan' bad sector. Sebenarnya yang terjadi bukanlah menghilangkan, tapi menghindari area yang rusak supaya tidak digunakan, sehingga area yang akan digunakan bersih dari bad sector.
Susunan Partisi Hardisk
Untuk membentuk partisi, kita memang bebas menentukan jumlah partisi yang kita inginkan. Namun ada aturan yang harus diikuti.
Partisi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Primary, Extended, dan Logical.
Primary : Partisi jenis ini maksimal ada 4 buah dalam satu hardisk. Jika dalam hardisk juga ada partisi Extended, maka partisi Primary maksimal ada 3 buah.
Dalam prakteknya, kita cukup membutuhkan satu partisi Primary. Namun jika kita ingin menginstal banyak sistem operasi dalam satu hardisk, dibutuhkan lebih dari satu partisi Primary. Hal tersebut berlaku untuk OS yang hanya bisa booting dari partisi Primary, seperti DOS, WIn 3.x dan Win 9x. Sedangkan untuk OS lain seperti Win NT, Linux, OS2, bisa booting dari jenis partisi Logical.
Extended : Untuk jenis partisi ini hanya terdapat satu dalam satu hardisk, digunakan untuk menampung partisi Logical. Seperti diketahui dalam satu hardisk dibatasi hanya ada 4 Primary, maka untuk menciptakan partis lebih banyak, partisi Extended dapat dimanfaatkan. Partisi ini tidak dapat menampung data, hanya digunakan untuk menampung partisi Logical.
Dengan kata lain, partisi Extended adalah partisi Primary yang digunakan untuk menampung partisi Logical.
Logical : Partisi jenis ini tidak dapat berdiri sendiri. Dia dan teman-temannya harus berada dalam partisi Extended. Jadi jika akan dibuat lebih dari 4 partisi, harus dibuat satu partisi Extended dan partisi Logical sejumlah yang dibutuhkan.
Berikut gambaran mengenai struktur partisi hardisk.
PRIMARY
SATU
E X T E N D E D
LOGICAL
SATU
LOGICAL
DUA
LOGICAL
TIGA
PRIMARY
DUA
PRIMARY
TIGA
Tentu saja susunan di atas hanya contoh. Susunan yang sebenarnya bisa beragam.
Menyusun Partisi
Pembentukan partisi dapat dilakukan dengan banyak program. Di lingkungan Windows sudah disediakan FDISK. Jika ingin mempartisi tanpa menghapus data sebelumnya, dapat digunakan program Partition Magic.
Tapi biasanya pengguna lebih memilih menggunakan Disk Manager (DM) yang disediakan oleh manufacturer hardisk, karena kata mereka, pabrik pastilah lebih tahu tentang hardisk yang mereka produksi, sehingga program dari manufacturer lebih cocok dengan hardisk tersebut.
Dalam lingkungan linux, dapat digunakan DRUID dan FDISK (fdisk/cfdisk/sfdisk).
Tidak ada langkah-langkah baku untuk menyusun partisi, namun sebagai gambaran, berikut adalah langkah-langkah untuk menyusun partisi untuk hardisk baru, atau dianggap baru :
1. Buat partisi primary sebesar yang dibutuhkan.
Untuk Windows 9x, file-file utama dan aksesorisnya membutuhkan sekitar 300 MB, untuk persiapan perkembangan file-file driver dan library Windows, sediakan sekitar 1000 MB.
Untuk Windows XP, ME, NT, sediakan sekitar 2000 MB.
Untuk Linux, untuk full install, biasanya menghabiskan hampir 2 GB. Sediakan saja 2.5 GB.
2. Tentukan dulu partisi-partisi yang lain, hitung di atas kertas, jenis dan ukurannya. Misalnya Musik, perkirakan menghabiskan 3 GB, Data spreadsheet, cukup 2 GB, Game sediakan saja 2 GB.
Itu semua adalah ‘misalnya’, yang kepastiannya terserah anda.
3. Setelah ditentukan, hitung total besarnya. Sesuai contoh di atas menghabiskan 7 GB, maka sebesar itulah partisi Extended dibuat.
4. Buat partisi-partisi logical sesuai dengan ukurannya di dalam partisi Extended.
5. Set status partisi primary menjadi ACTIVE. Jika tidak maka jangan harap hardisk anda bisa booting.
6. Jika anda melakukan itu semua melalui program Partition Magic, maka ketika partisi diciptakan akan langsung diformat. Jika dengan program FDISK, maka anda harus keluar dari FDSIK, lalu restart, baru kemudian memformat satu persatu partisi yang baru di buat.
Melalui langkah-langkah di atas, susunan partisi yang terbentuk adalah sebagai berikut :
SYSTEM
(Drive C)
2 GB
E X T E N D E D
MUSIK
(Drive D)
3 GB
DATA
(Drive E)
2 GB
GAME
(Drive F)
2 GB
AREA
KOSONG
Pertimbangan Pembentukan Partisi
Banyak di antara pengguna yang memecah hardisknya, sesuai dengan kebutuhan. Dalam kasus tertentu, cara tersebut memang benar, tapi kurang tepat. Karena ada faktor-faktor pertimbangan untuk membentuk partisi.
Beberapa faktor antara lain :
* Semakin besar kapasitas suatu partisi, maka semakin berat maintenance-nya. Misalnya kegiatan defrag, scanning, dan lainnya.
* Dengan mencampur semua data pada satu partisi, maka kemungkinan kehilangan semua data semakin besar.
Banyak sekali kasus rusaknya FAT (File Allocation Table) atau Root directory, baik oleh virus atau kegagalan sistem. Jika FAT atau Root directory rusak, maka isi satu partisi tersebut juga rusak. Jika dipisah dalam partisi yang berlainan, akan memperkecil kemungkinan kejadian di atas.
* Semakin sedikit jumlah partisi, semakin kecil kemungkinan jumlah Sistem Operasi yang terpasang, karena setiap sistem operasi mempunyai jenis file system sendiri-sendiri, sedangkan satu partisi hanya bisa mempunyai satu jenis file system.
* Dengan memecah menjadi sejumlah partisi yang dibutuhkan, lebih mudah untuk mengorganisir lokasi file. Misalnya, perlu dipisah antara data untuk musik, spreadsheet, game, file swap, dll. Sehingga mudah untuk pencarian dan backup.
Katakanlah anda memakai komputer hanya untuk multimedia dan spreadsheet, paling banyak hanya membutuhkan 2 partisi. Kalau hardisk 20 GB dipecah menjadi 2 partisi tentu akan berat maintenancenya. Untuk kasus seperti ini, lebih baik jika TIDAK semua kapasitas hardisk digunakan, cukup diambil sesuai dengan kebutuhan.

Tips Mengatur Pembagian (Partisi) Hard disk


Info gambar
Bagi kebanyakan pengguna Komputer (PC) kadang kurang atau tidak begitu memperhatikan masalah pengaturan/penggunaan Hard disk. Biasanya diserahkan ke orang lain, mulai dari pembelian sampai installasi berbagai program lainnya, dan setelah itu tinggal memakai, tidak pernah memperhatikan masalah Hard disk.

Berikut tips mengatur pembagian Hard disk sehingga bisa lebih baik dan memudahkan.
Dengan semakin murahnya perangkat yang satu ini dan kapasitas yang semakin bertambah, maka penggunaannya pun harus diperhatikan. Maskipun bisa saja kita membagi Hardisk 500 GB Menjadi 1 atau 2 partisi ( drive C: dan drive D:), tetapi hal itu menurut saya merupakan cara yang kurang baik. Berikut tips saya yang sebagian merupakan hasil pengalaman pribadi.
Pembagian hardisk memang tidak ada standard khusus, biasanya hal ini berdasarkan pengalaman atau keperluan. Cara terbaik adalah dengan menentukan terlebih dahulu kategori yang akan digunakan. Misalnya Untuk Sistem Operasi, Data, Master Program, Audio/video dan lainnya.
HardDisk-Anatomy
Perlu diingat bahwa HDD 80 GB (GigaByte) tidak sepenuhnya dapat menyimpan data sebesar 80 GB, demikian juga ketika terbaca di komputer. Untuk HDD 80 GB, biasanya hanya mampu menyimpan data atau akan terbaca maksimal 74 GB. Untuk 40 GB menjadi 37 GB, 160 GB = 149 GB, 250=232 GB, 320 = 298 GB, 500 GB = 465 GB, 640 = 596 GB, 1 TB (TeraByte) = 931 GB dan seterusnya. Sehingga kita tidak bisa membagi HDD 80 GB menjadi 4 drive dengan masing-masing berukuran sama dan terbaca 20 GB semua.
Berikut contoh pembagian HDD 160 GB (terbaca sekitar 149 GB), dengan sistem operasi Windows XP
  • Drive C : 20 GB (Label “winXP”, untuk menginstall sistem operasi windows XP dan program lainnya)
  • Drive D : 40 GB (Label “Master”, untuk menyimpan berbagai master program sebelum di install)
  • Drive E : 40 GB (Label “Data”, untuk menyimpan Data atau Dokumen)
  • Drive F : 49 GB atau sisanya (Label “Media”, untuk menyimpan berbagai file audio dan Video)
Mengapa drive C hanya berukuran 20 GB ? Bagi kebanyakan orang, drive C sebagai lokasi installasi sistem operasi tidak memerlukan banyak tempat. Untuk Windows XP paling hanya 2 GB, Office sekitar 1 GB dan sisanya berupa program-program lainnya dan biasanya masih mencukupi. Sehingga dengan ukuran yang kecil akan lebih mudah dalam merawatnya, seperti ketika scan virus, spyware, defragment hardisk lebih cepat dan lainnya
Dalam mem-format HDD, biasanya ukuran yang dimasukkan dalam MB (Mega Byte). Kemudian Agar HDD terbaca sebesar 20 GB, maka ukuran yang kita masukkan dalam MB harus lebih besar dari 20.000. Misal kita tentukan ukurannya 21.500 MB, maka ukuran ini akan terbaca sekitar 20 GB. Atau bisa ditambah sedikit misalnya 22.000 MB (terbaca 20.5 GB). Demikian juga ketika menentukan ukuran 40 GB ( diisi sekitar 43.000 MB). Untuk lebih mudahnya bisa melihat Konversi GigaByte
Memindah Lokasi My Documents
Ketika kita membuka Windows Explorer maka akan ada directory My Documents dan pada awalnya lokasi My Documents ini ada di drive C;, lengkapnya biasanya di folder C:\Documents and Settings. Menyimpan dokumen di drive C menurut saya kurang aman, dan perlu dipindah ke Drive selain C. Misalnya dari contoh diatas adalah drive E:
Untuk mengubah agar My Documents membuka lokasi drive/folder lainnya, caranya denganklik kanan My Documents dan pilih Properties kemudian klik tombol Move dan pilih lokasi baru tempat penyimpanan dokumennya, misalnya drive E:.
Cara ini hanya merubah lokasi My Documents ke lokasi baru, sehingga jika sudah ada data di My Documents, maka harus dipindah manual ke lokasi baru ini. Data lama tetap masih ada dan tidak terhapus.
move-my-documents
Setelah lokasi di pindah/diubah, maka ketika kita menyimpan di My documents, data akan tersimpan di drive/folder baru tesebut ( contoh diatas drive E:), tidak tersimpan di drive C:

Entri Populer

Entri Populer

Thanks You